Beberapa
hari yang lalu mata dunia tertuju ke perhelatan akbar Euro 2012. Yang diikuti
oleh 16 negara-negara eropa. Setelah melewati jalan yang panjang dan melelahkan
akhirnya Spanyol mengukir sejarah setelah memenangkan perhelatan yang sama pada
tahun 2008, kemudian Juara Piala Dunia 2010, kini Spanyol jualah yang keluar
sebagai Juara Euro 2012. Melihat betapa bahagianya suporter spanyol
saat tim kebanggaan
mereka meraih piala supermasi sepakbola tertinggi di ranah Eropa, Piala Euro 2012, melambungkan anganku lagi Untuk melihat timnas Indonesia berjaya di ranah Asia bahkan Dunia atau paling tidak di ASEAN. Memang tak bisa kita bandingkan Timnas Indonesia dengan Timnas Spanyol. Mereka sudah bisa bicara banyak di kancah Internasional sedangkan kita di ASEAN saja masih belum mampu. Tapi kita harus yakin jika mereka mampu kita pun pasti bisa.
mereka meraih piala supermasi sepakbola tertinggi di ranah Eropa, Piala Euro 2012, melambungkan anganku lagi Untuk melihat timnas Indonesia berjaya di ranah Asia bahkan Dunia atau paling tidak di ASEAN. Memang tak bisa kita bandingkan Timnas Indonesia dengan Timnas Spanyol. Mereka sudah bisa bicara banyak di kancah Internasional sedangkan kita di ASEAN saja masih belum mampu. Tapi kita harus yakin jika mereka mampu kita pun pasti bisa.
Tapi
entah kapan mimpi itu jadi nyata karena sampai saat ini pesepakbolaan Indonesia
masih disibukkan dengan dualisme kompetisi. Sepak bola yang merupakan olahraga
paling favorit dikalangan masyarakat dunia pada umumnya dan masyarakat
indonesia tidak seharusnya di politisasi. Dua kompetisi (ISL & LPI) dua
kepengurusan (PSSI & KPSI) masyarakat dibuat jengah oleh tingkah
orang-orang yang sok pintar yang selalu merasa paling benar. Para pesepakbola
dirugikan karena sebagian dari mereka tidak bisa mengenakan kaos kebanggan
timnas padahal kualitas mereka sangat pantas untuk masuk TIMNAS. Carut marut
dalam pesepakbola Indonesia ini hanya akan merugikan sepakbola tanah air. Jika
seperti ini terus seiring berjalannya waktu sepakbola tanah air akan mundur
bukannya maju sesuai harapan.
Pada
akhirnya Timnas yang kita miliki saat ini bukanlah kekuatan sesunguhnya yang
kita miliki karena di luar timnas masih ada atlit-atlit sepakbola yang lebih
kompeten untuk menjadi bagian dari Timnas. Karena banyak hal membuat mereka
yang berbakat tidak mendapatkan haknya untuk memperkuat Timnas.
Sampai
saat ini tak ada 1 piala pun yang kita raih dari Kompetisi Resmi yang di adakan
FIFA maupun AFC. Jangankan untuk Juara dunia Juara Asean pun tak bisa kita
raih. Jika sudah seperti ini, siapa yang seharusnya disalahkan? Para petinggi
di lembaga terkait hanya bisa saling menyalahkan akan kegagalan Timnas.
Meski
apapun yang terjadi aku kan selalu
mendukungmu. Jayalah selalu Garudaku kepakkan sayapmu dan gapailah dunia.
Yakinlah mimpimu, mimpiku dan mimpi seluruh masyarakat Indonesia akan segera
terwujud. Lakukan yang terbaik demi mengharumkan nama bangsa pahlawan olahraga!
Selamanya Garuda tetap di Hati & Prestasi masih kami nanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar