Aku bersikap seperti ini bukan karena ku benci, tapi karena aku sayang. Aku hanya tak ingin merepotkanmu, membuatmu lelah dan cape. Maaf jika cara ku ini salah. Karena aku hanya seorang anak yang bodoh, yang tak tahu cara menunjukkan kasih sayangku padamu.
Aku
sungguh menyayangi mu namun ego dan sikap kekanak-kanakankusering
membuatmu marah dan sedih. Jujur setiap aku membuatmu marah dan sedih,
aku akan sangat menyesalan sesudahnya namun ego dan rasa malu membuatku tak mampu tuk
ucapkan maaf.
Lewat tulisan ini, ingin ku ungkapkan betapa ku
menyayangi mu Bunda. Maafkan kesalahan ku selama hampir 21 tahun ini.
Maaf telah membuatmu menderita selama 9 bulan karena mengandungku dan
terima kasih karena rela mempertaruhkan nyawa agar aku bisa menghirup
udara kehidupan. Bahkan setelah aku lahir aku masih saja merepotkanmu.
Aku bangunkan mu tengah malam dengan tangisku, ku kotori bajumu dengan
kencingku.
Terima kasih telah merawatku dengan kasih sayangmu yang
tulus. Dalam diam, marah dan tangis selalu terselip cinta
buat kami. Kaulah manusia terhebat yang pernah ku temui.
Meski aku ucapkan ribuan terima kasih takkan mampu membalas kebaikanmu selama ini dan ribuan maaf yang terucap pun tak mampu hapus dosaku padamu.
Meski aku ucapkan ribuan terima kasih takkan mampu membalas kebaikanmu selama ini dan ribuan maaf yang terucap pun tak mampu hapus dosaku padamu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar