Kamis, 19 Juni 2014

Taman Suropati, alternative lain menikmati akhir pekan


Kali ini aku hanya ingin berbagi cerita mengenai kunjungan pertamaku ke sebuah taman di jl. Imam Bonjol, Menteng Jakarta Pusat.
Weekend atau tepatnya hari sabtu kemarin aku dan seorang sahabat lebih tepatnya kawan diskusi, memilih menghabiskan waktu di salah satu taman yang dimiliki Ibukota, Taman Suropati namanya. Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam kami sampai ditempat tujuan. Taman tidak terlalu ramai saat kami menginjakkan kaki disana. Kami memilih duduk di sebuah bangku yang berada ditengah taman.
Di sebelah kanan kami sekelompok gadis dan seorang laki-laki terlihat tengah bercengkarama, tidak jauh dari mereka sekitar 3 orang pemuda sedang melakukan eksperimen dengan kameranya, sepertinya mereka pecinta fotografi. Di depan dan sebelah kiri kami dua pasang muda mudi tengah memperlihatkan kemesraannya di depan umum, haah padahal kedua wanita itu berhijab. Yaa, Inilah potret muslimah khususnya Indonesia saat ini, meski tak semuanya tapi sepertinya sebagian besar seperti mereka. Melakukan kemesraan tanpa malu dengan busana muslimah yang dikenakan. Namun bukan itu yang ingin aku bahas so mari lupakan wanita-wanita berhijab itu, mungkin lain kali saja.
Masih di depan kami ada sepasang paruh baya, aah fenomena apalagi ini, sang wanita paruh baya terlihat sedang menikmati rokok yang dihisapnya. Tak sadarkah ia rokok itu tidak sehat apalagi untuk wanita seumuran dia L. Dan lagi-lagi aku tak mau membahasnya lebih lanjut.
Memang tak mudah menemukan tempat seperti ini diantara hiruk pikuk kota metropolitan seperti Jakarta yang didominasi oleh gedung – gedung pencakar langit. Apalagi didaerah tempat tinggal ku yang terletak di sisi barat Jakarta. Sebagian besar taman yang dimiliki ibukota terletak di Jakarta selatan.
Semakin sore tempat ini semakin rame, baik muda mudi, keluarga yang ingin menghabiskan waktu dengan menghirup udara yang lebih segar, bahkan beberapa komunitas terlihat disini. Seperti beberapa orang berbaju merah yang merupakan komunitas pecinta musang.
Ada yang hanya mengajak hewan peliharaannya jalan2. Atau orang-orang yang hanya berniat foto-foto seperti kami.

Aku tidak bisa menjelaskan secara detail mengenai tempat ini, karena sejujurnya saya tidak terlalu memperhatikannya. Yang pasti tempat ini terasa nyaman dan sejuk karena dikelilingi oleh pohon-pohon yang rindang. Ada beberapa merpati yang menempati taman ini, karena memang ada 2 buah sangkar burung merpati yang dibangun ditaman ini, agak mirip seperti diluar negeri hanya saja merpatinya tak sebanyak di sana.
Sayang tidak banyak jenis bunga yang ditaman disini. Menurutku bunga-bunga yang bermekaran akan menambah keindahan serta daya tarik sebuah taman. Diluar itu tempat ini memang tepat menjadi salah satu alternative penduduk Jakarta untuk menghilangkan penat selain mall yang menjamur di ibukota.

Jumat, 25 April 2014

To be strong with my dream

Bukan berarti mimpiku meredup seiring tenggelammnya mentari. Karena mimpiku tak ikut terlelap bersama ragaku. Namun kan tetap terjaga bersama ribuan bintang yang setia menemani gelapnya malam

Bukan berarti mimpiku terbang bersama badai. Karena mimpiku menancap kuat di bumi harapan. Mengakar hingga titik terdalam.

Bukan berarti mimpiku runtuh diterjang gelombang. Karena mimpiku setangguh karang yang tetap berdiri tegak di lautan


Bukan berarti mimpiku melebur terbakar kobaran api. Karena mimpiku seperti nabi Ibrahim yang tak sudi tersentuh api.

Namun mimpiku tunduk pada sang Illahi. Karena_NYA aku berani bermimp.

Aku bukanlah manusia tangguh namun mimpi menjadikanku lebih kuat. Aku pun bukan manusia hebat namun mimpi membuatku belajar untuk jadi lebih baik.